
Aku adalah seorang diri yang hidupnya penuh dengan derita karena di bilang recehan. Aku sangat terluka, terluka karena setiap titik dari perjuangan tidak pernah abis-abisan dan tidak pernah mendapat hasil yang maksimal.
Juanda adalah seorang motifatorku, yang selalu di bilang toko papan atas dalam dunia pengispirasian.
Kini aku langkah demi langkah semakin binggung dengan pekerjaanku. Tapi binggungnya aku tidak bisa mengatur masalahku yang semakin hari semakin menupuk. aku selalu bertanya pada diriku “apakah aku manusia yang sempurna dengan keadan seperti ini atau tidak ya? Ataukah langkahku itu sebuah peroses untuk mewujudkan massa depanku?”.
Dalam pengispirasian Juanda selalu berkata dan bertanya, jika kamu selalu direndahkan dan selalu di remehkan. Kamu diam saja, dan kamu harus berpikir apakah hidupmu berarti bagi orang lain atau tidak?.
Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul dalam akal dan pikiranku, tetapi aku tidak bisa mengolahnya menjadi hal yang nyata dalam kehidupanku. Aku pasrah dan berdoa saja karena hal yang receh adalah hal yang mudah tapi miliki maknah dan berarti bagi orang lain ketika kita mampu mengolahnya.
Syair….
